Menjaga Toleransi Keberagaman
Keberagaman
adalah sebuah fakta yang tak bisa dipungkiri, yang paling sederhana dari sebuah
keragaman adalah fakta bahwa setiap orang yang terlahir itu berbeda dengan
orang lain meskipun orang itu terlahir dengan kembar sekalipun tetap saja ada
perbedaan. Oleh karenanya setiap orang yang ada di dunia ini harus bisa saling
melengkapi dan menghargai atas perbedaan yang ada.
Perbedaan
yang lebih luas dari sekedar perbedaan fisik adalah perbedaan kehidupan sosial,
seperti perbedaan suku, bahasa, ras, budaya dan agama. Atas perbedaan tersebut
yang harus ditanamkan dalam sikap setiap pribadi orang adalah toleransi atau
saling menghargai.
Hal
yang saya lakukan untuk menjaga nilai toleransi tentu dimulai dari diri sendiri
dengan menghargai semua perbedaan yang ada, tidak melakukan bullying atau
perundungan kepada orang lain.Kehidupan sosial saya berada dalam lingkungan
yang sangat moderat. Saya aktif sebagai ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar
Putri Nahdlatul Ulama Provinsi Jawa Barat. Sebagai orang yang dibesarkan dan
hidup di Nahdlatul Ulama, bagi saya nilai tasamuh
atau toleransi adalah nilai dasar dalam kehidupan sosial yang senantiasa
diamalkan, di Nahdlatul Ulama, saling berdialog, mengisi dan menghormati antar
golongan menjadi penting yang menjadi rutinitas.
Menurut
saya, perbedaan memang sangat rentan menimbulkan konflik atau perpecahan. Sikap
fanatisme terhadap golongan tertentu mengakibatkan keresehan, konflik, gejolak
di masyarakat. Maka untuk menjaga toleransi dan perdamaian salah satunya dengan
penanaman cinta tanah air. Menyadari bahwa Indonesia adalah rumah bersama
sedangkan keragaman sebagai fakta yang tidak bisa dihindari harus dihormati.
Ini menjadi tantangan agar kondisi harmonis antar sesama golongan dan umat
beragama dapat dipelihara dan terhindar konflik. Indonesia tidak hanya milik
satu golongan tertentu. Indonesia adalah miliki kita bersama, milik orang-orang
Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan lain sebagainya.
Dialog
bagi kami di IPPNU menjadi budaya untuk mewujudkan situasi damai antar kelompok
tertentu, saya pernah melaksanakan kegiatan diskusi pelajar peduli demokrasi
dalam rangka menangkah isu hoax yang memprovokasi pada saat pemilu serentak
Bagi
saya semua golongan memiliki peran penting dalam menciptakan suasana harmonis
dalam keagamaan. Tanggungjawab bersama untuk merawat, menjaga dan memupuk sikap
toleransi yang agar terhindar dari konflik fanatisme antar golongan yang itu
akan merusak tatanan sosial dan diharapkan lebih mampu menjaga perdamaian
sesama umat.
Tahun
2017, saya berkesempatan mengikuti kegiatan BNPT yaitu pelatihan Duta Damai
yang di laksanakan di Bandung. Berawal dari kegiatan itu saya kemudian
dikukuhkan menjadi Duta Damai Dunia Maya BNPT Regional Jawa Barat. Adapun
tugasnya yaitu melakukan kontra narasi terhadap isu-isu yang mengarah pada
radikalisme di dunia maya. Karena dunia maya menjadi salah satu pintu masuknya
paham radikalisme. Oleh karenanya saya bersama teman-teman duta damai lainnya
membuat kontra propaganda di media sosial melalui pembuatan tulisan, infografis
atau videografis yang berisi pesan damai agar menjaga keharmonisan kehidupan
tanpa hoax, tanpa bullying dan tanpa stigma negatif terhadap kelompok yang
berbeda.
Selain
melakukan kampanye damai di dunia maya (media sosial), peran saya sebagai duta
damai melakukan gerakan langsung melalui pelatihan literasi media di
sekolah-sekolah. Melalui pelatihan Jurnalis Damai Sekolah kami melakukan
pelatihan menulis, pelatihan blogger, pelatihan videografis dan pelatihan
pembuatan infogafis.
Comments
Post a Comment