Isi Pancasila itu Berasal dari Al-Quran


Ajaran tentang persatuan dan kesatuan dan pengakuan akan perbedaan sudah ada dalam agama Islam. Firman Allah SWT dalam Al-qur’an Surat Al-Hujurot ayat 13, yang artinya : wahai manusia, sungguh kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal”.
Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa Islam sangat mengakui akan perbedaan. Perbedaan agam, ras, bahasa dan suku bangsa bukanlah alasan untuk saling berpecah belah. Namun dengan banyaknya keberagaman justru akan menjadi sebuah kekayaan bangsa Indonesia.
Negara ini merdeka dengan hasil perjuangan yang panjang dan penuh dengan pengorbanan yang luar biasa dari para pejuang. Kemerdekaan ini hasil dari meninggalnya ribuan pahlawan yang gugur untuk merebut kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan yang didapatkan tentu sangat memiliki nilai yang harus dipertahankan. Maka sangat disayangkan jika muncul orang-orang yang ingin merusak keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini apalagi jika mengatasnamakan agama. Semangat nasionalisme yang tumbuh dari para pendiri negara ini tentu muncul karena adanya cita-cita bangsa ini agar bisa bersatu dan menyatukan seluruh keragaman perbedaan terutama perbedaan agama.
Islam sangat menghargai perbedaan keyakinan. Non muslim yang berbeda keyakinan akan mendapatkan hak-hak dan kewajiban yang sama sebagai waraga negara. Islam benar-benar menjamin keselamatan da keamanan jiwa raga non muslim, selama mereka mematuhi ketentuan-ketentuan yang telah disepakati yaitu konstitusi dalam bernegara.
Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang membunuh dzimmi(Nonmuslim yang hidup di daerah kaum Muslimin dengan ketentuan yang telah disepakati) tanpa alasan yang jelas, maka Allah mengharamkan baginya masuk surga."
Umar Abdul Aziz Quraisyi menjelaskan bahwa sikap toleran Islam terhadap penganut agama lain dibangun atas empat dasar: pertama, dasar nilai-nilai keluruhan sebagai sesama manusia, meskipun dari beragam agama, etnis, dan kebudayaan; kedua, dasar pemikiran bahwa perbedaan agama merupakan kehendak Allah semata; ketiga, dasar pemikiran bahwa kaum Muslim tidak berhak sedikit pun untuk menjustifikasi kecelakaan mereka yang berlainan keyakinan selama di dunia, karena hal itu merupakan hak prerogatif Allah di akhirat kelak; sedangkan keempat adalah pemikiran bahwa Allah memerintahkan manusia untuk berbuat adil dan berakhlak mulia, meskipun terhadap mereka yang berlainan agama.

Semboyan Negara Republik Indonesia Bhineka Tunggal Ika yang berarti adalah berbeda-beda tetapi satu. Ini bermakna bahwa adanya pengakuan akan keberagaman yang ada di negara Indonesia. Rasa nasionalisme dan cinta tanah air yang akan menyatukan bangsa ini. Memiliki cita-cita dan harapan yang sama akan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tanpa adanya perpecahan karena alasan perbedaan. Kemerdekaan ini harus dipertahankan. Kemerdekaan ini mahal. Kemerdekaan ini telah mengorbankan banyak pahlawan. Sehingga keutuhan bangsa ini harus dijaga. Dari Sabang sampai Meurake tentunya memiliki adat, budaya, agama dan karakter individu yang berbeda-beda. Perbedaan itu diakui, perbedaan itu wajar dan perbedaan adalah rahmat. 

Comments

Popular posts from this blog

Saya Ingin Menulis Kembali

Masyarakat di Desa Saat Pandemik, Siapa Peduli?